Karamah mendeteksi makanan haram

Di zaman modern ini sudah ada orang yang membuat perangkat modern untuk mendeteksi adanya kandungan babi pada zat makanan: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0307/27/Fokus/455739.htm

Bagi beberapa orang bertaqwa, Allah hadiahkan sensor barang haram. Jadi kalo dia ketemu sesuatu yang haram akan bunyi alarmnya sehingga dia kan terhindar dari yang haram. Istilah kerennya mahfudz alias terjaga. Cara kerja sensor haram yang embeded pada diri orang bertaqwa ada beberapa jenis:

  1. Timbul perasaan yang aneh sehingga dia tidak selera mengambil makanan itu
  2. Waktu makanan itu mau dihidangkan tiba2 yang membawa terpeleset sehingga makannan itu jatuh
  3. Waktu mau makan tiba2 dia dipanggil keluar ruangan, setelah dia kembali keruangan makanan dah habis
  4. Dia bisa mengubah makanan yang haram jadi halal (baca kisah # 3 dan #4)
  5. Dia bisa tahu makanan itu emang haram (baca kisah #1 dan #2, mata yang abis melototin perempuan ajah bisa tau apalagi cuman makanan yang mengandung babi)

Selamat menyimak kisah nyata ini:

Kisah #1

sumber: (http://kawansejati.ee.itb.ac.id/utsman-bin-affan-r-a)

Dalam kitab Al-Thabaqat, Taj al-Subki menceritakan bahwa ada seorang laki-laki bertamu kepada 'Utsman. Laki-laki tersebut baru saja bertemu dengan seorang perempuan di tengah jalan, lalu ia menghayalkannya. 'Utsman berkata kepada laki-laki itu, "Aku melihat ada bekas zina di matamu." Laki-laki itu bertanya, "Apakah wahyu masih diturunkan sctelah Rasulullah Saw wafat?" `Utsman menjawab, "Tidak, ini adalah firasat seorang mukmin." `Utsman r.a. mengatakan hal tersebut untuk mendidik dan menegur laki-laki itu agar tidak mengulangi apa yang telah dilakukannya.

Selanjutnya Taj al-Subki menjelaskan bahwa bila seseorang hatinya jernih, maka ia akan melihat dengan nur Allah, sehingga ia bisa mengetahui apakah yang dilihatnya itu kotor atau bersih. Maqam orang-orang seperti itu berbeda-beda. Ada yang mengetahui bahwa yang dilihatnya itu kotor tetapi ia tidak mengetahui sebabnya. Ada yang maqamnya lebih tinggi karena mengetahui sebab kotornya, seperti 'Utsman r.a. Ketika ada seorang laki-laki datang kepadanya, `Utsman dapat melihat bahwa hati orang itu kotor dan mengetahui sebabnya yakni karena menghayalkan seorang perempuan.

Artinya, setiap maksiat itu kotor, dan menimbulkan noda hitam di hati sesuai kadar kemaksiatannya sehingga membuatnya kotor, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah, "*Sekali-kali tidak demikian, sesungguhnya apa yang mereka kerjakan itu mengotori hati mereka* (QS Al-Muthaffifin [83]: 14).

Semakin lama, kemaksiatan yang dilakukan membuat hati semakin kotor dan ternoda, sehingga membuat hati menjadi gelap dan menutup pintu-pintu cahaya, lalu hati menjadi mati, dan tidak ada jalan lagi untuk bertobat, seperti dinyatakan dalam firman Nya, *Dan hati mereka telah dikunci mati, sehingga mereka tidak mengetahui kebahagiaan beriman dan berjihad.* (QS Al Taubah [9]: 87)

Kisah #2

Ibnu `Umar r.a. menceritakan bahwa Ibnu Ummi Maktum selalu menanti fajar dan tidak pernah melewatkannya, padahal ia seorang yang buta. la merupakan salah seorang muadzin pada masa Rasulullah. Orang-orang berselisih tentang nama aslinya, ada yang mengatakan Abdullah atau Amr seperti yang tercantum dalam kitab *Usud al-Ghabah*.

Kisah #3

sumber: http://kawansejati.ee.itb.ac.id/khalid-bin-walid-r-a

Diceritakan juga bahwa ada seorang laki-laki mendatangi Khalid bin Walid dengan membawa geriba berisi arak. Khalid lalu berdoa, "Ya Allah jadikanlah arak ini madu." Lalu arak itu berubah menjadi madu. Dalam versi lain diceritakan bahwa ada seorang laki-laki melewati Khalid dengan membawa geriba berisi arak. Khalid bertanya kepadanya, "Apa ini?" la menjawab,"Cuka." Kemudian Khalid berdoa, "Ya Allah, jadikan isi geribah ini cuka". Lalu orang-orang melihat geribah itu berisi cuka, padahal sebelumnya arak. (Riwayat Ibnu Abi Dunya dari Khaitsamah)

Kisah #4

sumber : http://kawansejati.ee.itb.ac.id/khalid-bin-walid-r-a

Riwayat lainnya menceritakan, Khalid bin Walid mendapat laporan bahwa ada angggota pasukannya yang minum arak. Maka Khalid menginspeksi pasukannya, dan ia menemukan seseorang membawa geriba berisi arak. Khalid bertanya, "Apa ini?" Laki-laki itu menjawab, "Cuka." Khalid berdoa, "Ya Allah, jadikanlah geriba itu berisi cuka." Laki-laki itu membuka geriba, dan ternyata isinya telah berubah menjadi cuka, ia lalu berujar, "Ini berkat doa Khalid." (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad dari Maharib bin Datstsar)

Penulis: -ahmad sutodrono-

Comments

haram tetap haram.

haramkanlah yang haram sehingga kita akan memperolehi yang bagus diakhirat nanti.isnyaAllah

Khalid bin Walid r.a. Bukan menjadikan Haram menjadi Halal

Sebelum Khalid ibnu Walid meminum racun yg diberikan pembesar kaum nasrani, Khalid bin Walid membaca do'a ini :

bismillahil ladzi la yadhurru maasmihi syaiun fil ardhi wala fis samai wahuwa samiul alim

“Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya itu tidak ada sesuatu pun yang dapat mendatangkan bahaya di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Disebutkan dalam kitab “al-Adzkar” bahwa terdapat dalam kitab “Sunnah at-Turmudzi” sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Utsman ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Apabila seorang hamba mengucapkan di pagi hari setiap hari dan di petang hari setiap malam bismillahil ladzi la yadhurru maasmihi syaiun fil ardhi wala fis samai wahuwa samiul alim maka tidak akan ada sesuatu apa pun yang akan membahayakannya.”

Dan dari keberkahan dzikir tersebut diceritakan bahwa datang salah seorang utusan dari pembesar kaum Nasrani kepada Khalid Ibnu Walid dengan membawa racun seraya berkata, “Jika engkau benar-benar beranggapan bahwa racun ini tidak akan membahayakanmu dengan sebab kalimat ini (dzikir tersebut), maka minumlah!” Kemudian diambillah racun tersebut oleh Khalid Ibnu Walid dari tangan utusan pembesar kaum Nasrani itu seraya mengucapkan bismillahil ladzi la yadhurru maasmihi syaiun fil ardhi wala fis samai wahuwa samiul alim, lalu diminumlah racun tersebut di hadapan para sahabatnya dan sedikitpun tidak membahayakan dirinya, hanya saja tubuhnya sedikit mengeluarkan keringat.